Bidik24.com, Banda Aceh – Pertandingan antara Persiraja Banda Aceh melawan Dejan FC dalam lanjutan Liga 2 akan menjadi momen istimewa yang penuh emosional. Laga yang digelar malam ini, Minggu (5/1/2025), pukul 20:30 WIB di Stadion Harapan Bangsa (SHB) Banda Aceh ini dipersembahkan sebagai pertandingan perpisahan bagi salah satu legenda hidup Persiraja, Mukhlis Nakata.
Pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas, dalam konferensi pers yang berlangsung di Kyriad Muraya Hotel, Banda Aceh, Sabtu (4/1/2025), menyampaikan bahwa pertandingan tersebut dirancang sebagai bentuk penghormatan kepada Mukhlis Nakata, pemain senior yang telah mengabdikan dirinya hanya untuk satu klub sepanjang kariernya.
“Ini adalah momen penghormatan untuk seorang Mukhlis Nakata. Dia adalah simbol kesetiaan. Sepanjang kariernya, dia hanya membela Persiraja. Hal seperti ini sulit ditemukan di sepakbola modern, terutama di Indonesia, di mana pemain sering berganti klub setiap musim,” ungkap Akhyar Ilyas.
Mukhlis Nakata, yang kini berusia 36 tahun, dikenal sebagai sosok dengan prinsip “one man, one club,” sebuah fenomena langka di dunia sepakbola. Sementara banyak pemain berganti klub tiap musim, Mukhlis tetap setia mengenakan jersey oranye kebanggaan Persiraja.
Karier 17 Tahun yang Gemilang
Mukhlis pertama kali bergabung dengan Persiraja pada tahun 2008 saat berusia 20 tahun. Pemain asal Lambaro, Aceh Besar, ini ditemukan oleh pelatih Anwar yang mengamati bakatnya ketika bermain untuk PSAB Aceh Besar. Setahun kemudian, ia sudah masuk tim senior dan menjadi bagian dari generasi emas bersama pemain-pemain seperti Abdul Musyawir.
Selama hampir dua dekade, Mukhlis menjadi saksi hidup perjalanan Persiraja. Ia berkontribusi membawa klub tersebut promosi ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia sebanyak dua kali. Momen pertama terjadi pada 2011 ketika Persiraja mengalahkan Mitra Kukar di semifinal untuk naik ke Indonesia Super League (ISL). Sayangnya, mereka kalah di final melawan Persiba Bantul.
Momen promosi kedua terjadi pada 2019, ketika Mukhlis sudah didapuk sebagai kapten. Persiraja berhasil mengalahkan Sriwijaya FC dalam perebutan tiket terakhir ke Liga 1. Namun, harapan besar untuk bersaing di Liga 1 harus terhenti karena pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Persiraja hanya sempat bermain tiga kali di Liga 1 sebelum akhirnya kembali ke Liga 2.
Setia di Tengah Godaan
Di tengah kariernya, Mukhlis sebenarnya menerima banyak tawaran dari klub lain. Namun, loyalitasnya pada Persiraja tak tergoyahkan. Selain kecintaannya pada klub, Mukhlis memiliki tanggung jawab lain di luar sepakbola, yaitu sebagai karyawan Bank Aceh.
Kini, setelah hampir 17 tahun membela Persiraja, Mukhlis memutuskan untuk pensiun. Nomor punggung 78 yang menjadi ciri khasnya akan menjadi kenangan yang melekat di hati para pendukung Persiraja. Meskipun usianya tak lagi muda dan performanya di lapangan mulai menurun, Mukhlis tetap menjadi sosok yang dihormati oleh rekan setim, pelatih, dan seluruh pecinta sepakbola di Aceh.
Pertandingan malam ini tidak hanya menjadi ajang Liga 2, tetapi juga momen mengucapkan selamat tinggal kepada seorang legenda. Riuh rendah Stadion Dimurthala Lampineung yang pernah menjadi rumah bagi Mukhlis akan menjadi saksi perpisahan seorang pemain yang setia pada satu bendera sepanjang hidupnya. Selamat jalan, Mukhlis Nakata! (*).
Sub Serambinews.com















