Home / Ekonomi

Sabtu, 11 Januari 2025 - 10:44 WIB

Pemerintah Resmikan Bendungan Rukoh di Aceh untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi

Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, tampak megah dengan latar perbukitan hijau. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 128 juta m³ dan dirancang untuk mengairi lahan irigasi, mengurangi potensi banjir, serta mendukung ketahanan pangan dan energi di wilayah Aceh.

Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, tampak megah dengan latar perbukitan hijau. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 128 juta m³ dan dirancang untuk mengairi lahan irigasi, mengurangi potensi banjir, serta mendukung ketahanan pangan dan energi di wilayah Aceh.

Bidik24.coom – JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan bahwa enam bendungan akan diresmikan pada awal tahun ini, salah satunya adalah Bendungan Rukoh yang terletak di Kabupaten Pidie, Aceh.

Proyek yang dibangun oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk ini memiliki kapasitas tampung 128 juta meter kubik (m³). Bendungan ini dirancang untuk mendukung ketahanan pangan dan energi di wilayah Aceh. Dengan nilai proyek sebesar Rp 1,7 triliun, Bendungan Rukoh mampu mengairi 11.950 hektar lahan irigasi dengan pola tanam padi-padi-palawija dan intensitas tanam hingga 300 persen.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur sumber daya air seperti bendungan dalam meningkatkan produktivitas pertanian. “Aliran air dari bendungan hingga irigasi primer, sekunder, dan tersier akan langsung menghidupkan sawah-sawah,” ungkapnya.

Baca Juga  BPS Aceh: Nilai Tukar Petani Januari 2025 Turun ke 121,82

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa Bendungan Rukoh dirancang tidak hanya untuk kebutuhan irigasi. “Bendungan ini juga diharapkan mengurangi potensi banjir hingga 89,62 persen, meningkatkan hasil pertanian, dan mendorong kesejahteraan masyarakat Aceh,” katanya.

Selain irigasi, Bendungan Rukoh memiliki potensi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 140 MegaWatt (MW) serta mampu menyediakan air baku sebanyak 0,90 m³ per detik. Proses pengisian air waduk atau impounding telah dimulai sejak akhir Desember 2024, memastikan infrastruktur ini siap memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Pidie.

Baca Juga  Kabaddi Aceh Laksanakan Musprov

Proyek senilai Rp 1,24 triliun ini dikerjakan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) antara Waskita, Adhi Karya, dan Andesmont. Sepanjang tahun 2024, PT Waskita Karya telah menyelesaikan pembangunan empat bendungan lainnya, yaitu Bendungan Karian (Januari), Margatiga dan Leuwikeris (Agustus), serta Temef (Oktober).

Dengan diresmikannya Bendungan Rukoh, pemerintah menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat pengelolaan sumber daya air nasional. Infrastruktur ini diharapkan mampu mendorong ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, dan mendukung kedaulatan energi di Aceh. Dampaknya diharapkan membawa manfaat positif bagi perekonomian, lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

http://atjehwatch.com

Share :

Baca Juga

Ekonomi

USK Perkuat Hilirisasi MaKaFeed melalui Pelatihan Usaha Maggot di Kuta Ateuh

Ekonomi

USK Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Maggot dan MaKaFeed di Sabang

Ekonomi

14 Bank Tutup Sepanjang 2026, Terbaru BPR Pasarraya Kuta di Bali Dicabut Izinnya

Ekonomi

Usai Dicopot Jadi Menkeu, Putra Purbaya: Bapak Bisa Tidur Nyenyak Lagi dan Balik Jadi Trader

Ekonomi

Konflik Timur Tengah Memanas, Pertamina Sebut Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu per Liter

Ekonomi

Bill Gates Peringatkan Jutaan Pekerjaan Terancam AI: Dunia Belum Siap Hadapi Disrupsi

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK