Bidik24.com – Banda Aceh, 10 November 2025 — Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Aceh menggelar rapat koordinasi penting dalam rangka persiapan pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) 2025 cabang olahraga Petanque. Rapat berlangsung di ruang rapat mini Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, dan dihadiri oleh jajaran pengurus inti Pengprov.
Kegiatan rapat dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengprov Petanque Aceh, Prof. Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur, BC, serta dihadiri oleh Sekretaris Umum Novi Lidya Isdarianti, M.Pd, Hardian selaku Koordinator Pertandingan, Karimudin, M.Pd sebagai Koordinator Perlengkapan, Jul Fajrrial, M.Pd sebagai Koordinator Lapangan, serta Dr. Muhammad Iqbal, M.Pd, AIFO yang ditunjuk sebagai Koordinator Fieldworker.
Dalam rapat tersebut, dibahas secara menyeluruh berbagai aspek teknis dan non-teknis menjelang pelaksanaan Pra PORA yang akan digelar pada 14 hingga 21 November 2025 di Gelanggang Petanque Sport Center USK. Fokus utama pembahasan meliputi kesiapan sarana dan prasarana pertandingan, sistem perlombaan, jadwal pertandingan, serta koordinasi panitia pelaksana dengan perwakilan kabupaten/kota peserta.
Prof. Alfiansyah dalam arahannya menyampaikan bahwa seluruh pengurus telah bekerja maksimal untuk memastikan pelaksanaan Pra PORA berjalan sukses dan profesional. Ia menegaskan bahwa Pengprov Petanque Aceh kini 100 persen siap menjadi tuan rumah yang solid dan berstandar tinggi.
“Kita ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, mulai dari lapangan, perlengkapan, hingga sistem pertandingan. Alhamdulillah, semua sudah siap, dan kita optimis Pra PORA kali ini akan berlangsung sukses,” ujar Prof. Alfiansyah penuh semangat.
Tahun ini, Pra PORA Petanque Aceh 2025 akan diikuti oleh 125 atlet putra dan 119 atlet putri dari berbagai kabupaten/kota di seluruh Aceh. Mereka akan berlaga dalam berbagai nomor pertandingan untuk memperebutkan tiket menuju Pekan Olahraga Aceh (PORA) yang akan datang.
Sekretaris Umum Pengprov Petanque Aceh, Novi Lidya Isdarianti, M.Pd, menambahkan bahwa ajang Pra PORA ini menjadi momentum penting dalam pembinaan atlet daerah.
“Pra PORA bukan hanya kompetisi, tapi juga ajang pembinaan dan penguatan karakter atlet muda Aceh. Kami ingin menghadirkan pertandingan yang menjunjung tinggi sportivitas dan semangat kebersamaan,” tutur Novi Lidya.
Sementara itu, Hardian memastikan sistem pertandingan disusun sesuai dengan standar FOPI, Karimudin, M.Pd memastikan seluruh perlengkapan siap digunakan, dan Jul Fajrrial, M.Pd memastikan kondisi lapangan di Sport Center USK berada dalam keadaan optimal. Di sisi lain, Dr. Muhammad Iqbal, M.Pd, AIFO akan berperan penting dalam mengkoordinasikan tim fieldworker guna memastikan kelancaran teknis di lapangan selama pelaksanaan pertandingan.(Red/Binpres)















