Bidik24.com – ACEH TAMIANG — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin menutup diri terhadap bantuan bagi korban banjir dan longsor di Sumatera. Menurutnya, sebagai sesama manusia, pemerintah justru berkewajiban membuka ruang bagi siapa pun yang ingin membantu, selama bantuan tersebut memiliki kejelasan mekanisme dan tujuan.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas (ratas) yang digelar di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026). Ia mengungkapkan bahwa Gubernur Aceh telah melaporkan kondisi di lapangan, dan pemerintah pusat akan segera membahas mekanisme penyaluran bantuan bersama sejumlah pejabat terkait.
“Kalau ada pihak yang tulus dan ikhlas ingin membantu, tentu tidak mungkin kita menolaknya. Yang penting bantuannya jelas,” ujar Prabowo.
Presiden juga mempersilakan seluruh elemen masyarakat, termasuk pihak swasta dan diaspora, untuk menyalurkan bantuan kepada para korban bencana. Ia menekankan bahwa bantuan dapat disampaikan melalui prosedur resmi dengan pemberitahuan tertulis, agar selanjutnya dapat dikoordinasikan dan disalurkan oleh pemerintah pusat.
Prabowo mencontohkan diaspora Aceh di berbagai daerah maupun luar negeri yang merasa terpanggil membantu kampung halamannya. Menurutnya, niat baik tersebut sangat dihargai dan akan difasilitasi oleh pemerintah.
Namun demikian, Prabowo kembali mengingatkan pentingnya transparansi dan kejelasan prosedur dalam setiap penyaluran bantuan. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menolak bantuan dari pihak mana pun, tetapi pengalaman masa lalu menunjukkan adanya bantuan yang di kemudian hari disertai tuntutan imbalan.
“Kita tidak menolak bantuan. Tapi mekanisme dan prosedurnya harus jelas dan dilandasi keikhlasan. Karena pernah ada pengalaman, awalnya membantu, tapi di ujungnya ada yang menagih,” tegasnya.
Presiden memastikan bahwa pemerintah akan mengatur penyaluran bantuan secara tertib dan bertanggung jawab demi memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sub. kompas.com















