Bidik24.com – Banda Aceh — Senin, 19 Januari 2026, Anggota DPRA Dapil 1 Banda Aceh–Aceh Besar–Sabang dari Fraksi Partai Aceh, Nazaruddin, S.I.Kom yang akrab disapa Tgk Agam Sabang, menyambut positif sekaligus mengapresiasi wacana penetapan Kabupaten Aceh Tamiang sebagai posko induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) wilayah Sumatera pascabencana.
Ketua Komisi VI DPRA tersebut menilai, gagasan itu merupakan langkah strategis, tepat, dan realistis, mengingat Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak banjir paling parah dalam beberapa waktu terakhir.
“Aceh Tamiang menanggung kerusakan yang sangat luas, mulai dari infrastruktur, permukiman warga, hingga roda perekonomian masyarakat. Karena itu, sangat relevan jika daerah ini dijadikan pusat koordinasi rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Tgk Agam.
Selain tingkat kerusakan, ia juga menyoroti posisi geografis Aceh Tamiang yang sangat strategis sebagai pintu gerbang utama Provinsi Aceh dari Sumatera Utara. Menurutnya, kondisi tersebut akan mempermudah distribusi logistik, mobilisasi tenaga teknis, serta koordinasi lintas daerah dan lintas provinsi.
“Aceh Tamiang adalah gerbang Aceh. Dari sisi akses darat, mobilisasi bantuan, hingga logistik, wilayah ini sangat ideal menjadi pusat kendali Rehab-Rekon Sumatera,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tgk Agam menilai keberadaan posko induk di Aceh Tamiang akan mempercepat pemulihan pascabencana, tidak hanya bagi Aceh, tetapi juga daerah-daerah lain di Sumatera yang terdampak bencana serupa. Ia berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan wacana tersebut secara serius dengan melibatkan Pemerintah Aceh dan DPRA dalam perumusan kebijakan.
“Kami di DPRA, khususnya Komisi VI, siap memberikan dukungan penuh terhadap setiap kebijakan strategis pemerintah pusat selama berpihak pada kepentingan rakyat dan mampu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi dijalankan secara transparan, akuntabel, tepat sasaran, serta benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat korban bencana.















