Home / Ekonomi

Kamis, 2 Januari 2025 - 13:58 WIB

Revolusi Hijau Indonesia: 20 Juta Hektare Hutan Disulap Jadi Lumbung Pangan dan Energi

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan rencana pemanfaatan 20 juta hektare hutan sebagai sumber ketahanan pangan, energi, dan air dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan rencana pemanfaatan 20 juta hektare hutan sebagai sumber ketahanan pangan, energi, dan air dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan

Bidik24.com – Jakarta. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan rencana strategis pemerintah untuk memanfaatkan lahan hutan cadangan sebagai sumber ketahanan pangan, energi, dan air. Pemerintah telah mengidentifikasi 20 juta hektare hutan yang akan digunakan untuk mendukung program tersebut. Menurut politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu, inisiatif ini akan menjadi pendukung utama bagi program Kementerian Pertanian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Sebanyak 20 juta hektare hutan telah kami petakan untuk menjadi cadangan pangan, energi, dan air,” ujar Raja Juli setelah rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (30/12). Dalam diskusi informal bersama Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Raja Juli menyebut budidaya padi gogo, yang dapat tumbuh di lahan kering, sebagai salah satu fokus utama.

Baca Juga  PPN 12% untuk Barang Mewah Resmi Berlaku: Hunian Elite hingga Yacht Kena Imbas, Tapi Bahan Pokok Tetap Bebas Pajak!

Ia memperkirakan potensi hasil dari 1,1 juta hektare lahan padi gogo mencapai 3,5 juta ton beras per tahun, setara dengan total impor beras Indonesia pada 2023. Selain itu, pemerintah juga merencanakan penanaman pohon aren sebagai bahan baku bioetanol. Menurut Raja Juli, satu hektare pohon aren mampu menghasilkan 24 ribu kiloliter bioetanol. Dengan menanam 1,5 juta hektare pohon aren, Indonesia dapat memproduksi 24 juta kiloliter bioetanol, yang dapat menggantikan impor BBM sebesar 26 juta kiloliter.

Baca Juga  Ketua KPK Tanggapi Klaim Noel soal Menkeu Purbaya: Kami Hanya Berpegang pada Fakta Persidangan

Konsep ini tidak hanya berfokus pada pengembangan food estate berskala besar, tetapi juga mencakup pembangunan lumbung pangan kecil di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa. “Tugas utama swasembada pangan dan energi tetap di Kementerian Pertanian dan ESDM. Namun, Kementerian Kehutanan akan mendukung sebagai penyedia lahan,” tegas Raja Juli. Langkah ini diharapkan menjadi dorongan besar bagi ketahanan pangan, energi, dan air nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.

Sub. cnnindonesia

Share :

Baca Juga

Ekonomi

14 Bank Tutup Sepanjang 2026, Terbaru BPR Pasarraya Kuta di Bali Dicabut Izinnya

Ekonomi

Usai Dicopot Jadi Menkeu, Putra Purbaya: Bapak Bisa Tidur Nyenyak Lagi dan Balik Jadi Trader

Ekonomi

Konflik Timur Tengah Memanas, Pertamina Sebut Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu per Liter

Ekonomi

Bill Gates Peringatkan Jutaan Pekerjaan Terancam AI: Dunia Belum Siap Hadapi Disrupsi

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK

Ekonomi

AS Kembali Gunakan Kayu Bakar Setelah Penutupan Selat Hormuz

Ekonomi

Ditegur Mahkamah Agung, Trump Pilih Gaspol Perang Tarif