Home / Peristiwa

Minggu, 22 Desember 2024 - 11:42 WIB

Sopir Penabrakan Maut di Pasar Natal Jerman Ternyata Pengungsi Saudi yang Klaim Anti-Islam

Polisi Jerman berjaga di lokasi penabrakan maut di pasar Natal Magdeburg, Jumat (20/12/2024). Insiden ini menewaskan lima orang dan melukai lebih dari 200 lainnya, dengan pelaku seorang pengungsi Saudi yang kontroversial.

Polisi Jerman berjaga di lokasi penabrakan maut di pasar Natal Magdeburg, Jumat (20/12/2024). Insiden ini menewaskan lima orang dan melukai lebih dari 200 lainnya, dengan pelaku seorang pengungsi Saudi yang kontroversial.

Bidik24.com – Jakarta. Taleb Jawad al-Abdulmohsen, seorang pengungsi asal Arab Saudi, telah ditangkap setelah insiden penabrakan maut di pasar Natal di Magdeburg, Jerman, pada Jumat (20/12). Abdulmohsen, yang berusia 50 tahun dan bekerja sebagai psikiater di Bernburg, dikenal sebagai seorang ateis dan pengkritik Islam yang lantang.

Kecelakaan tersebut menewaskan lima orang dan melukai lebih dari 200 lainnya. Otoritas Jerman menyatakan bahwa insiden ini terjadi delapan tahun setelah serangan serupa di pasar Natal Berlin, yang menewaskan 13 orang.

Abdulmohsen, yang berasal dari keluarga Syiah di desa Hofuf, Arab Saudi, telah tinggal di Jerman sejak 2006 dan memperoleh status pengungsi pada 2016. Ia menggambarkan dirinya sebagai korban penganiayaan yang meninggalkan Islam dan menentang apa yang disebutnya sebagai “Islamisasi Jerman.”

Baca Juga  Nvidia Siap Menguasai Dunia Robotik, AI Jadi Katalisator Kejayaan Baru!

Melalui media sosial, Abdulmohsen kerap mengkritik pendidikan Islam yang dianggapnya sebagai akar permasalahan umat Islam, khususnya terkait hak perempuan. Dalam sebuah wawancara sebelumnya, ia mengaku pernah menerima ancaman pembunuhan karena murtad.

Beberapa laporan mengaitkan Abdulmohsen dengan kelompok sayap kanan di Jerman, meskipun ia juga dikenal aktif membantu pencari suaka, terutama perempuan. Namun, Direktur Hukum Organisasi Hak Asasi Manusia Saudi Eropa, Taha Al-Hajji, menyebut Abdulmohsen sebagai sosok “terisolasi” di komunitas Saudi di Jerman. Hajji menegaskan bahwa tindakan Abdulmohsen tidak bermotifkan Islamisme.

Baca Juga  81 Polisi Dikerahkan untuk Amankan Nataru 2024 di Pidie Jaya, Jangan Ganggu Ketertiban dengan Konvoi atau Petasan!

Pada Agustus lalu, Abdulmohsen sempat mengunggah pernyataan kontroversial di media sosial, mempertanyakan cara untuk mendapatkan keadilan di Jerman. Ia menuding negara itu melakukan “kejahatan terhadap pengungsi Saudi” dan menghambat akses keadilan.

Meski demikian, pihak berwenang masih mendalami motif di balik insiden ini, sementara laporan awal menunjukkan bahwa Abdulmohsen memiliki gangguan psikologis.

sub cnnindonesia

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Gila! Iran Siap Hancurkan Pasukan AS di Darat?

Peristiwa

Iran Tolak Negosiasi AS, Ajukan 5 Syarat Damai Krusial

Peristiwa

AS–Iran Memanas, Trump Tiba-Tiba Tahan Serangan

Peristiwa

Kapal Induk AS USS Gerald R. Ford Terbakar, Ratusan Pelaut Terdampak—Akan Berlabuh di Yunani

Peristiwa

Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD

Peristiwa

Peran Intelijen CIA dalam Pembunuhan Ayatollah Khamenei yang Mengguncang Iran

Peristiwa

Warga Resah Anjing Liar Berkeliaran, DPRK Banda Aceh Dorong Langkah Tegas

Peristiwa

Dedi Mulyadi Instruksikan Relokasi Korban Longsor, Fokus Keselamatan Warga