Bidik24.com – Banda Aceh, 25/10/2025 — Duka mendalam menyelimuti civitas akademika Universitas Syiah Kuala (USK) dan dunia pendidikan Aceh. Dr. Drs. Samsulrizal, M.Kes, sosok pemimpin yang visioner, kolega yang hangat, serta pembina yang penuh inspirasi, berpulang ke Rahmatullah pada dini hari pukul 02.00. Beberapa hari sebelumnya, beliau baru saja mendaftarkan diri sebagai Calon Rektor USK, menandai niat tulusnya untuk terus berkontribusi bagi kemajuan universitas yang ia cintai.
Beliau juga dikenal sebagai abang kandung dari Prof. Dr. Mujiburrahman, MA, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Kepergiannya meninggalkan duka yang dalam, bukan hanya bagi keluarga besar USK, tetapi juga bagi komunitas akademik nasional dan internasional. Dalam kiprahnya, beliau aktif memimpin berbagai riset kolaboratif lintas negara, menjadi teladan dalam etos kerja, dan menginspirasi banyak generasi akademisi.
Di bawah kepemimpinan beliau, hampir semua jurusan di fakultas yang beliau pimpin meraih akreditasi Unggul. Beliau dikenal tegas dalam disiplin, konsisten dalam integritas, dan terbuka terhadap inovasi. Semangatnya membangun kaderisasi pendidikan, pertukaran pelajar antarnegara, serta manajemen organisasi modern menjadikan fakultas yang beliau pimpin dilirik oleh berbagai institusi luar negeri. Usulan Guru Besar beliau bahkan telah memasuki tahap akhir — namun Allah lebih menyayanginya.
Selain kiprahnya di kampus, Dr. Samsulrizal juga merupakan pembina aktif di Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Provinsi Aceh. Di bawah bimbingannya, organisasi profesi ini tumbuh pesat dan penuh semangat. Beliau membuka jalan bagi IGORNAS untuk lebih dikenal, terorganisir, dan berperan besar dalam pengembangan pendidikan jasmani di Aceh.
Kini, IGORNAS Aceh kehilangan sosok panutan di penghujung periode pertamanya. Ketua Umum IGORNAS Aceh yang ditemui di rumah duka mengungkapkan rasa kehilangan mendalam.
“Kami berduka seharian. Beliau bukan hanya pembina, tapi juga penggerak semangat kami. Untuk saat ini, saya bahkan belum punya keinginan melanjutkan ke periode berikutnya yang akan berakhir pada Januari 2026,” ujarnya lirih.
Malam terakhir, almarhum sempat mengeluhkan rasa mual dan sesak napas sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir. Kepergiannya meninggalkan ruang kosong yang sulit tergantikan, namun juga jejak kebaikan yang akan terus hidup dalam kenangan semua yang pernah bekerja bersamanya.
Pesan yang kerap beliau ucapkan kini menjadi wasiat moral bagi banyak orang:
“Teruslah berbuat baik hingga ujung usiamu.”















