Home / Ekonomi

Sabtu, 4 Januari 2025 - 14:02 WIB

33 Desa di Aceh Masih Ber-Status Sangat Tertinggal

Beberapa desa di Aceh masih terbelakang dan terdaftar dalam kategori sangat tertinggal, dengan kondisi infrastruktur dan layanan dasar yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

Beberapa desa di Aceh masih terbelakang dan terdaftar dalam kategori sangat tertinggal, dengan kondisi infrastruktur dan layanan dasar yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

Bidik24.com – Banda Aceh. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh mengungkapkan bahwa berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM), terdapat 33 desa di Aceh yang teridentifikasi sebagai desa sangat tertinggal.

Kepala DPMG Aceh, T Aznal, melalui Kepala Seksi Pembangunan Gampong Tertinggal, Murni, menyatakan bahwa hasil rapat koordinasi menunjukkan sejumlah desa yang masuk dalam kategori sangat tertinggal di beberapa kabupaten/kota, seperti Aceh Utara, Aceh Timur, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Kota Subulussalam, dan Aceh Singkil.

“Namun, jumlah desa sangat tertinggal terbanyak ada di Aceh Utara, dengan sekitar 14 desa,” ujar Murni kepada awak media pada Jumat (3/1/2025).

Dia merincikan bahwa Aceh Timur memiliki dua desa sangat tertinggal, Pidie Jaya dua desa, Bener Meriah satu desa, Aceh Tenggara tiga desa, Aceh Barat satu desa, Aceh Jaya dua desa, Aceh Selatan dua desa, Kota Subulussalam satu desa, dan Aceh Singkil lima desa.

Baca Juga  Sertifikasi Halal: Jaminan Moral atau Strategi Bisnis?

Murni menjelaskan bahwa status sangat tertinggal diukur berdasarkan indikator sosial, ekonomi, dan infrastruktur.

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengatasi masalah desa sangat tertinggal, termasuk perbaikan dan validasi data IDM. Menurutnya, pengumpulan data saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata di lapangan.

Selain itu, pihaknya akan melibatkan berbagai pihak, termasuk dinas terkait di tingkat provinsi dan kabupaten, untuk memastikan program peningkatan desa berjalan sesuai dengan kebutuhan.

“Pemerintah juga akan memberikan perhatian khusus pada penyediaan akses air bersih, layanan kesehatan, pendidikan, dan fasilitas sanitasi di desa-desa tertinggal,” tambahnya.

Baca Juga  Kabur ke Luar Negeri, Riza Chalid Resmi Berstatus Buronan Internasional

Murni juga mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama dalam mengatasi desa tertinggal adalah adanya kesalahpahaman di kalangan perangkat desa mengenai status desa sangat tertinggal.

“Ada kepala desa yang mengira bahwa jika desanya sangat tertinggal, maka alokasi dana desa akan lebih besar. Ini tidak benar, dan kami berusaha memberikan pemahaman yang tepat melalui sosialisasi,” jelasnya.

Murni berharap, dengan langkah-langkah strategis yang telah direncanakan, status desa sangat tertinggal di Aceh bisa berkurang dalam tahun-tahun mendatang.

“Kami optimis bahwa jika semua pihak bekerja sama dan data yang digunakan valid, target untuk mengurangi status desa sangat tertinggal dapat tercapai,” tutupnya.

Sub. bithe.co

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK

Ekonomi

AS Kembali Gunakan Kayu Bakar Setelah Penutupan Selat Hormuz

Ekonomi

Ditegur Mahkamah Agung, Trump Pilih Gaspol Perang Tarif

Ekonomi

Antara Tradisi dan Janji, Kisah Uang Meugang di Pendopo

Ekonomi

Kabur ke Luar Negeri, Riza Chalid Resmi Berstatus Buronan Internasional

Ekonomi

Ketua KPK Tanggapi Klaim Noel soal Menkeu Purbaya: Kami Hanya Berpegang pada Fakta Persidangan

Ekonomi

Emas Menggila! Antam Cetak Rekor, Semua Merek Kompak Naik

Ekonomi

Heboh Video TikTok Soal Rekening Jokowi, Kemenkeu Pastikan Itu Berita Bohong