Home / Peristiwa

Selasa, 28 Januari 2025 - 23:45 WIB

Gencatan Senjata yang Rapuh: Ketegangan Israel-Gaza dan Lebanon Kembali Meningkat!

Anak-anak dan seorang wanita terlihat duduk di atas tumpukan barang di sebuah kendaraan yang melintas di jalanan Gaza. Gambar ini mencerminkan situasi sulit yang dihadapi warga sipil akibat ketegangan yang terus meningkat, meskipun gencatan senjata telah diterapkan.

Anak-anak dan seorang wanita terlihat duduk di atas tumpukan barang di sebuah kendaraan yang melintas di jalanan Gaza. Gambar ini mencerminkan situasi sulit yang dihadapi warga sipil akibat ketegangan yang terus meningkat, meskipun gencatan senjata telah diterapkan.

Bidik24.com – Pada Minggu (26/1/2025), gencatan senjata antara Israel dan dua pihak utama—Hizbullah di Lebanon serta Hamas di Gaza—menghadapi tantangan signifikan.

Dalam insiden terbaru, pasukan Israel menembaki warga Palestina di kedua wilayah, menyebabkan setidaknya 23 orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Peristiwa ini menyoroti ketegangan yang masih ada meskipun ada kesepakatan gencatan senjata.

Situasi Gencatan Senjata di Lebanon
Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang dicapai pada November 2024 tampak rapuh. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 22 orang tewas dan 124 terluka akibat kekerasan yang terjadi.

Insiden ini muncul setelah Israel mengumumkan bahwa mereka tidak akan memenuhi tenggat waktu penarikan pasukan dari wilayah selatan Lebanon, yang seharusnya merupakan bagian dari kesepakatan.

Menurut pernyataan Gedung Putih, kesepakatan yang dimediasi oleh Amerika Serikat ini berlaku hingga 18 Februari 2025, dengan negosiasi tambahan mengenai pemulangan tahanan Lebanon yang ditangkap setelah 7 Oktober 2023.

Baca Juga  Prabowo Bentuk Komite Reformasi Polri Lewat Keppres

Namun, Israel menuduh militan Lebanon, termasuk tentara resmi, tidak memenuhi komitmen yang telah disepakati.

UNIFIL, pasukan perdamaian PBB di Lebanon, mendesak semua pihak untuk menghindari eskalasi lebih lanjut, tetapi hingga kini belum ada langkah nyata untuk meredakan ketegangan di perbatasan.

Kondisi Gencatan Senjata di Gaza
Di Gaza, ketegangan dipicu oleh isu pembebasan sandera perempuan warga Israel, Arbel Yehoud. Israel menunda penarikan pasukannya dari koridor Netzarim, daerah strategis yang membagi Gaza, sampai Yehoud dibebaskan oleh Hamas.

Menurut perjanjian gencatan senjata, Hamas seharusnya membebaskan sandera tersebut pada Sabtu (25/1/2025).

Qatar, sebagai mediator, mengumumkan pada Senin (27/1/2025) bahwa kesepakatan telah tercapai, di mana Hamas setuju untuk membebaskan Yehoud dan dua sandera lainnya sebelum Jumat (31/1/2025).

Baca Juga  Prabowo Potong Anggaran Makan Bergizi Gratis Jadi Rp 10.000 per Anak, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Sebagai imbalannya, Israel mengizinkan warga Palestina kembali ke wilayah utara Gaza mulai Senin (3/2/2025) pagi.

Namun, ketegangan tetap tinggi, dengan insiden penembakan di sepanjang jalan pesisir dekat pos pemeriksaan Israel yang menewaskan satu orang dan melukai 18 lainnya.

Juru bicara Rumah Sakit Al Awda di Gaza mengonfirmasi laporan ini, sementara militer Israel menyatakan bahwa tembakan dilakukan setelah “mengidentifikasi ancaman dari perkumpulan tersangka.”

Dua gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat ini menunjukkan kelemahan dalam pelaksanaannya.

Di Lebanon, ketidakmampuan Israel dan Hizbullah untuk mematuhi kesepakatan menciptakan ketidakpastian besar bagi stabilitas kawasan, sementara di Gaza, isu sandera dan kontrol wilayah tetap menjadi penghalang utama.

Sumber: kompas.com

Share :

Baca Juga

Peristiwa

36 Ribu Kades Minta Masa Jabatan Dilanjutkan Tanpa Pilkades, DPR Janji Tindak Lanjuti Aspirasi

Peristiwa

Iran Serang Pangkalan AS di Yordania Setelah 5 Kapal Tankernya Dihantam

Peristiwa

8 WNI Disebut Direkrut Jadi Tentara Rusia, Ini Daftar Nama dan Fakta Terbarunya

Peristiwa

Nepal Dilanda Banjir Dahsyat, PM Balen Shah Tolak Tim SAR Asing. Ada Apa di Balik Keputusan Ini?

Peristiwa

Massa AMPB dan Ojol Bertahan di Depan Gedung DPR, Persiapan Aksi 27 Agustus

Peristiwa

AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Selat Hormuz Jadi Fokus Perundingan di Qatar

Peristiwa

Gila! Iran Siap Hancurkan Pasukan AS di Darat?

Peristiwa

Iran Tolak Negosiasi AS, Ajukan 5 Syarat Damai Krusial