Bidik24.com – TEHERAN – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan melancarkan serangan rudal ke arah pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania sebagai balasan atas serangan AS terhadap kapal-kapal tanker minyak Iran.
Menurut laporan kantor berita Iran, IRNA, Garda Revolusi menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari sebuah “operasi penghukuman” terhadap Amerika Serikat. Target serangan adalah pangkalan militer AS di kawasan Al-Azraq, Yordania.
Serangan itu terjadi setelah pasukan Amerika Serikat menghancurkan sejumlah kapal tanker minyak Iran dalam beberapa hari terakhir.
Militer Yordania mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka menghadapi puluhan rudal balistik yang diluncurkan dari arah Iran menuju wilayah kerajaan tersebut.
Dalam pernyataannya, militer Yordania menyebut sebanyak 20 rudal balistik terdeteksi menuju wilayah negaranya. Sebanyak 18 rudal berhasil dicegat dan dihancurkan, sementara dua rudal lainnya dilaporkan jatuh di kawasan yang tidak berpenghuni.
Pihak Yordania menegaskan bahwa seluruh rudal tersebut berasal dari Iran.
Eskalasi terbaru ini bermula setelah pasukan Amerika Serikat menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran. Washington menyebut tindakan tersebut dilakukan sebagai respons atas serangkaian serangan rudal Iran terhadap kapal perang Angkatan Laut AS.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan bahwa awak kapal telah diperintahkan untuk meninggalkan kapal sebelum serangan dilakukan.
Menurut CENTCOM, dalam dua hari terakhir IRGC juga telah mencoba menyerang sejumlah kapal perang AS menggunakan rudal balistik. Namun, Amerika Serikat mengklaim seluruh serangan tersebut tidak berhasil mengenai sasaran.
Sebelumnya, pasukan AS juga dilaporkan telah menghancurkan tiga kapal tanker minyak mentah Iran pada Sabtu, 5 September 2026. Serangan itu disebut berkaitan dengan upaya Iran menargetkan kapal induk dan kapal perusak berpeluru kendali milik Amerika Serikat.
Menanggapi serangan terhadap kapal-kapal tankernya, Teheran sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan adanya aksi balasan. Iran juga disebut memberikan peringatan kepada kapal-kapal yang berada di kawasan Teluk, termasuk di sekitar Kuwait dan Bahrain.
Situasi ini semakin menambah kekhawatiran dunia terhadap kemungkinan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Serangan langsung terhadap pangkalan militer AS di Yordania menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam ketegangan yang terus meningkat antara Teheran dan Washington.
Hingga saat ini, perkembangan situasi masih terus dipantau karena potensi aksi balasan dari kedua belah pihak dapat kembali meningkatkan eskalasi konflik di kawasan. (red)














