Home / Ekonomi

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:47 WIB

Antara Tradisi dan Janji, Kisah Uang Meugang di Pendopo

Bidik24.com – Banda Aceh. Suasana Pendopo Gubernur Aceh kembali berangsur tenang setelah sempat memanas akibat desakan ratusan warga yang menunggu kepastian pembagian uang meugang menjelang Ramadhan, Rabu (18/2/2026).

Selama tiga hari berturut-turut, ratusan warga dari berbagai wilayah di Banda Aceh dan sekitarnya bertahan di halaman pendopo. Ketidakpastian bantuan yang biasanya rutin diberikan setiap tahun membuat situasi sempat tidak kondusif. Hingga akhirnya, perwakilan Pemerintah Aceh turun langsung membagikan bantuan uang kepada warga dengan pengawalan aparat kepolisian dan Satpol PP-WH.

Pantauan di lokasi menunjukkan, besaran bantuan yang diterima warga bervariasi. Orang dewasa hingga lanjut usia memperoleh Rp100 ribu per orang, sementara anak-anak menerima Rp20 ribu. Bantuan tersebut disambut lega oleh warga, karena dapat digunakan untuk membeli daging meugang jelang bulan suci Ramadhan.

Baca Juga  Jelang Nataru, Pelabuhan Aceh Singkil Diserbu Ribuan Penumpang Meski Masih Tahap Pembangunan!

“Alhamdulillah, mudah rezeki Pemerintah Aceh. Sekarang sudah bisa kita beli daging,” ujar seorang warga dengan wajah sumringah usai menerima bantuan.

Meski demikian, hingga kini belum diketahui secara pasti total anggaran yang dikeluarkan. Pihak yang membagikan uang juga enggan memberikan keterangan lebih lanjut.

Sebelumnya, kekecewaan warga mencuat karena bantuan uang meugang yang dinanti tak kunjung terealisasi. Banyak di antara mereka mengaku sudah berhari-hari menunggu tanpa kejelasan.

Nuraini, warga Gampong Ulee Lheue, mengatakan bahwa pembagian uang meugang telah menjadi tradisi turun-temurun. “Dari dulu sampai sekarang, setiap meugang memang selalu ada uang untuk beli daging. Baru kali ini tidak jelas. Sudah tiga hari kami menunggu di sini,” ujarnya.

Baca Juga  Sabu 135 Kg Mengguncang Aceh: Fredy Pratama Dicurigai Sebagai Otak Penyelundupan!

Ia menambahkan, biasanya warga datang ke pendopo setiap menjelang meugang untuk menerima bantuan. Namun tahun ini, yang mereka terima hanya janji. “Janganlah disakiti hati masyarakat. Kami datang dengan inisiatif sendiri, tapi yang kami dapat hanya janji,” katanya.

Hal serupa disampaikan Julia, warga Alue Naga. Ia mengaku kecewa karena belum ada kepastian, padahal pembagian uang meugang biasanya rutin dilakukan. “Anak saya korban konflik, tapi kami seperti terus dibohongi. Sudah tiga hari kami di sini, hujan-hujanan, tanpa kejelasan,” tuturnya.

Di sisi lain, beberapa warga mengaku datang ke pendopo setelah mendengar kabar akan adanya pembagian uang meugang.

Sub. tribunnews.com

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK

Ekonomi

AS Kembali Gunakan Kayu Bakar Setelah Penutupan Selat Hormuz

Ekonomi

Ditegur Mahkamah Agung, Trump Pilih Gaspol Perang Tarif

Ekonomi

Kabur ke Luar Negeri, Riza Chalid Resmi Berstatus Buronan Internasional

Ekonomi

Ketua KPK Tanggapi Klaim Noel soal Menkeu Purbaya: Kami Hanya Berpegang pada Fakta Persidangan

Ekonomi

Emas Menggila! Antam Cetak Rekor, Semua Merek Kompak Naik

Ekonomi

Heboh Video TikTok Soal Rekening Jokowi, Kemenkeu Pastikan Itu Berita Bohong

Ekonomi

Komisi I DPRK Aceh Selatan Uji Konflik Kepentingan Proyek Tapaktuan Sport Center