Home / Opini

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:30 WIB

Kamu Terlalu Sibuk Dengan Doamu 5 Tahun ke Depan, Padahal Saat Ini Adalah Doamu 5 Tahun Lalu yang Kau Langitkan

Bidik24.com – Dalam perjalanan hidup, sering kali kita begitu fokus menatap masa depan. Kita menyusun rencana, menetapkan target, dan tak henti-hentinya memanjatkan doa untuk kehidupan yang lebih baik di tahun-tahun mendatang. Namun, pernahkah kita berhenti sejenak… lalu merenung?

Bisa jadi, apa yang kita jalani hari ini adalah jawaban dari doa-doa kita di masa lalu.

Mengingat Doa-Doa yang Pernah Kita Panjatkan
Dulu, mungkin kita pernah berdoa dengan penuh harap:

“Ya Allah, berikan aku kesempatan…”

“Ya Allah, mudahkan jalanku…”

“Ya Allah, jadikan aku lebih baik…”

Hari ini, tanpa kita sadari, kita sedang berdiri di titik yang dulu kita minta. Kita telah diberi kesempatan, kita sedang menjalani jalan yang dulu kita harapkan, dan kita perlahan menjadi pribadi yang lebih baik.

Namun sayangnya, kita sering lupa.

Kita terlalu sibuk memikirkan masa depan, terlalu fokus pada rencana lima tahun ke depan, hingga tidak menyadari bahwa hari ini adalah nikmat yang dulu kita mohon dengan air mata dan harapan.

Antara Doa dan Realita: Mengapa Kita Masih Mengeluh?
Ada ironi dalam kehidupan kita:

Kita berdoa ingin sukses, tapi hari ini mengeluh dengan proses.

Kita berdoa ingin rezeki luas, tapi kurang bersyukur dengan yang ada.

Baca Juga  FKIP USK Tunjukkan Dominasi di Ajang Petanque Internasional 2025, Raih Emas dan Perunggu

Kita berdoa ingin bahagia, tapi sibuk membandingkan hidup dengan orang lain.

Seolah-olah kita selalu merasa kurang, meskipun sebenarnya Allah telah memberikan begitu banyak.

Padahal, bukan berarti Allah belum mengabulkan doa kita. Bisa jadi, kitalah yang belum menyadari bahwa doa itu sudah dikabulkan—dengan cara yang berbeda dari yang kita bayangkan.

Allah berjanji akan mengabulkan doa hamba-Nya. Namun, cara-Nya tidak selalu sesuai dengan ekspektasi kita. Ada tiga kemungkinan dalam setiap doa:

Dikabulkan sesuai permintaan kita

Diganti dengan yang lebih baik

Ditunda pada waktu yang paling tepat

Sering kali, kita hanya mengakui doa sebagai “terkabul” jika sesuai dengan keinginan kita. Padahal, bisa jadi yang kita anggap penundaan atau penolakan justru adalah bentuk kasih sayang Allah yang lebih besar.

Bahaya Lupa Bersyukur
Kita perlu waspada agar tidak menjadi hamba yang:

Pandai meminta, tapi lupa mensyukuri

Rajin berdoa, tapi lalai menikmati pemberian-Nya

Sibuk mengejar masa depan, tapi tidak hadir di hari ini

Ketika hati tidak terbiasa bersyukur, maka sebesar apa pun nikmat yang diberikan akan terasa kurang. Sebaliknya, hati yang bersyukur akan mampu merasakan kebahagiaan bahkan dari hal-hal kecil.

Baca Juga  Transaksi Narkoba Terungkap di SPBU Aceh Tamiang: Dua Pria Langsa Ditangkap, Polisi Ungkap Jaringan Pengedar Besar!

Cobalah sejenak kita bertanya pada diri sendiri:

Apa yang dulu sangat kita inginkan, yang hari ini sudah kita miliki?

Posisi apa yang dulu kita impikan, yang sekarang menjadi kenyataan?

Doa apa yang dulu kita tangisi, yang kini kita anggap biasa?

Bisa jadi, hidup kita hari ini adalah jawaban dari doa-doa yang dulu kita langitkan dengan penuh harap.

Mulai hari ini, mari kita belajar untuk lebih seimbang: Nikmati setiap proses kehidupan dan mensyukuri setiap langkah sekecil apa pun itu. Hargai setiap nikmat yang ada melalui doa dan tak lupa akan Syukur.

Karena sejatinya, hidup ini bukan hanya tentang apa yang belum kita dapatkan, tetapi juga tentang apa yang sudah Allah berikan.

Pada Akhirnya,
Jangan sampai kita terus mengejar masa depan hingga lupa menghargai hari ini. Jangan sampai kita sibuk meminta, namun lupa berterima kasih.

Semoga kita termasuk hamba yang bukan hanya pandai berdoa, tetapi juga pandai bersyukur. Karena di sanalah letak ketenangan, kebahagiaan, dan keberkahan hidup yang sesungguhnya.

Ditulis oleh:
Riyanto, S.Or., M. Or.
Bendahara Umum IGORNAS Aceh
Guru Olahraga MIN 20 Aceh Besar

Share :

Baca Juga

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Opini

Puasa Bukan Alasan Tubuh Lelah Massage Bisa Menjadi Jawabannya

Opini

Mengapa 10 Hari Terakhir Ramadhan Bisa Lebih Sehat dari Program Diet Modern

Opini

Negeriku Dilanda Bencana

Opini

Om Khai Kecam Bupati Aceh Selatan ke Luar Negeri di Masa Bencana

Opini

Teachers Are No Longer the Primary Source of Knowledge: So What Is Their Role in the AI Era?

Opini

Guru dan AI, Guru Bukan Lagi Sumber Utama. Lalu Apa Fungsi Esensial Mereka Sekarang?

Opini

Peran Guru dalam Proses Pembelajaran di Era Digital