Home / Peristiwa

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:17 WIB

Iran Tolak Negosiasi AS, Ajukan 5 Syarat Damai Krusial

Bidik24.com – Jakarta. dilansir cnbcindonesia.com Di tengah memanasnya konflik, Iran menegaskan sikap tegas: tidak ada rencana untuk duduk satu meja secara langsung dengan Amerika Serikat (AS). Meski demikian, proposal damai dari Washington saat ini masih dalam tahap peninjauan oleh otoritas tertinggi di Teheran.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menekankan bahwa komunikasi yang berlangsung sejauh ini hanya melalui perantara, bukan negosiasi langsung.

“Pertukaran pesan lewat mediator tidak bisa disebut sebagai negosiasi dengan AS,” tegasnya, dikutip dari Reuters, Kamis (26/3/2026).

Sinyal penolakan semakin menguat setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran cenderung menolak tawaran gencatan senjata dari AS. Sebagai gantinya, Iran justru menyiapkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi jika ingin mengakhiri konflik.

Baca Juga  Stagnasi Ekonomi 2024: Kenapa Pertumbuhan Indonesia Terjebak di Angka 5 Persen?

Menurut laporan Press TV, yang mengutip sumber pejabat tinggi politik dan keamanan, Iran mengajukan lima poin tuntutan balasan. Salah satu yang paling krusial adalah keinginan Iran untuk memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz—jalur vital yang menjadi nadi distribusi minyak dunia.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat mengusulkan pengelolaan bersama Selat Hormuz antara kedua negara. Namun, tuntutan Iran atas kedaulatan penuh dinilai menjadi titik sulit yang kemungkinan besar akan ditolak oleh Washington.

Tak hanya itu, Iran juga menuntut kompensasi atas kerugian akibat perang. Secara garis besar, syarat yang diajukan mencakup:

  • penghentian total serangan,
  • jaminan tidak terulangnya konflik,
  • pembayaran ganti rugi yang jelas,
  • penghentian perang di seluruh wilayah konflik,
  • serta pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.
Baca Juga  "Ratusan Warga Meulaboh Teriakkan Perlawanan! Seruan Kirim Pasukan untuk Bela Palestina"

Di sisi lain, Kantor Berita Fars mengungkap bahwa AS terus meningkatkan upaya untuk mendorong gencatan senjata dan membuka jalur komunikasi tidak langsung. Namun, pendekatan tersebut tetap ditolak oleh Iran.

“Iran tidak menerima gencatan senjata. Tidak masuk akal bernegosiasi dengan pihak yang telah melanggar perjanjian,” ujar salah satu sumber.

Lebih jauh, sumber tersebut menegaskan bahwa Iran bertekad mencapai target strategisnya terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan penghentian perang.

Sementara itu, laporan Associated Press sempat menyebut bahwa Iran telah menerima proposal damai 15 poin dari Trump. Namun, klaim ini langsung dibantah oleh Teheran, yang menegaskan bahwa tidak ada negosiasi langsung yang sedang berlangsung dengan pihak AS.

Share :

Baca Juga

Peristiwa

AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Selat Hormuz Jadi Fokus Perundingan di Qatar

Peristiwa

Gila! Iran Siap Hancurkan Pasukan AS di Darat?

Peristiwa

AS–Iran Memanas, Trump Tiba-Tiba Tahan Serangan

Peristiwa

Kapal Induk AS USS Gerald R. Ford Terbakar, Ratusan Pelaut Terdampak—Akan Berlabuh di Yunani

Peristiwa

Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD

Peristiwa

Peran Intelijen CIA dalam Pembunuhan Ayatollah Khamenei yang Mengguncang Iran

Peristiwa

Warga Resah Anjing Liar Berkeliaran, DPRK Banda Aceh Dorong Langkah Tegas

Peristiwa

Dedi Mulyadi Instruksikan Relokasi Korban Longsor, Fokus Keselamatan Warga