Home / Berita / Cuaca / Opini / Peristiwa

Rabu, 11 Desember 2024 - 10:27 WIB

2024: Tahun Terpanas dalam Sejarah, Suhu Bumi Melampaui 1,5 Derajat Celsius!

"Grafik yang menunjukkan peningkatan suhu global yang mencapai 1,62 derajat Celsius di atas suhu pra-industri pada November 2024, menjadikan tahun ini sebagai tahun terpanas yang tercatat."

Bidik.com – Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa tahun 2024 diperkirakan akan menjadi tahun terpanas dalam sejarah, dengan suhu global yang diperkirakan lebih tinggi dari 1,5 derajat Celsius. Copernicus Climate Change Service (C3S) melaporkan bahwa bulan November 2024 tercatat sebagai bulan terhangat kedua dalam sejarah, dengan suhu mencapai 1,62 derajat Celsius di atas suhu pra-industri.

Menurut Wakil Direktur C3S, Samantha Burgess, data dari Copernicus pada bulan kedua terakhir tahun ini menunjukkan bahwa 2024 akan menjadi tahun terpanas yang tercatat, serta menjadi tahun kalender pertama dengan suhu lebih dari 1,5 derajat Celsius. “Suhu rata-rata global dari Januari hingga November 2024 sudah mencapai 0,72 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan suhu rata-rata tahun 1991-2020,” kata Samantha, menambahkan bahwa angka tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.

Baca Juga  Noel Buka-bukaan di Sidang, Ada Info A1 Menkeu Purbaya Terancam Nasib Serupa

Meski begitu, ia menegaskan bahwa pencapaian suhu tersebut tidak berarti bahwa Perjanjian Paris telah dilanggar. Namun, ini menunjukkan bahwa tindakan ambisius terkait perubahan iklim semakin mendesak.

Peneliti mengungkapkan bahwa suhu global telah meningkat sekitar 1,3 derajat Celsius dibandingkan suhu rata-rata pra-industri, di tengah berbagai dampak negatif seperti mencairnya lapisan es, kekeringan, banjir, dan badai. Emisi karbon dioksida dari pembakaran bahan bakar fosil diprediksi menjadi penyebab utama perubahan iklim, dengan emisi karbon yang diperkirakan mencapai puncaknya tahun ini. Copernicus juga memantau pengaruh pola La Nina terhadap iklim global.

Baca Juga  Israel Bakar Rumah Sakit di Gaza, Warga Sipil Terjebak

Dosen dari Imperial College London, Friederike Otto, mengingatkan bahwa meskipun 2025 mungkin sedikit lebih dingin jika pola La Nina terjadi, suhu global masih akan tetap tinggi dan berpotensi menyebabkan gelombang panas ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan, serta siklon tropis.

Sum : KOMPAS.com

Share :

Baca Juga

Peristiwa

AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Selat Hormuz Jadi Fokus Perundingan di Qatar

Opini

Kepercayaan Adalah Prestasi Terbesar Sebuah Sekolah

Opini

Technology in Education: Tool or Trap

Berita

Resmi Dilantik, Tuha Peut Neuheun Siap Awasi dan Benahi Tata Kelola Gampong

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Peristiwa

Gila! Iran Siap Hancurkan Pasukan AS di Darat?

Peristiwa

Iran Tolak Negosiasi AS, Ajukan 5 Syarat Damai Krusial

Peristiwa

AS–Iran Memanas, Trump Tiba-Tiba Tahan Serangan