Home / Berita / Politik

Sabtu, 21 Desember 2024 - 19:42 WIB

Bos PPI Bicara: Apa yang Akan Terjadi Jika Jokowi Mendirikan Partai Sendiri?

Bos PPI mengungkapkan pandangannya mengenai potensi dampak dan implikasi jika Jokowi memutuskan untuk mendirikan partai politik sendiri.

Bos PPI mengungkapkan pandangannya mengenai potensi dampak dan implikasi jika Jokowi memutuskan untuk mendirikan partai politik sendiri.

Bidik24.com – Sekjen Partai Golkar, Sarmuji, mengungkapkan bahwa Joko Widodo (Jokowi) memiliki opsi untuk bergabung dengan partai lain atau mendirikan partai sendiri setelah dipecat dari PDIP.

Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menjelaskan pro dan kontra jika Jokowi memutuskan untuk mendirikan partai baru.

Menurut Adi, ada tiga keuntungan jika Jokowi memilih untuk membuat partai sendiri dibandingkan bergabung dengan partai lain. Keuntungan pertama adalah pembuktian diri Jokowi kepada PDIP.

“Ini adalah cara untuk menunjukkan bahwa Jokowi dapat berdiri sendiri tanpa PDIP, terutama setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Selama ini, ia sering dianggap tidak berarti tanpa PDIP, yang menunjukkan bahwa dukungan publik terhadap Jokowi bersifat autentik, asalkan partainya lolos ke parlemen,” jelas Adi saat dihubungi pada Sabtu (20/12/2024).

Baca Juga  Ketua Komisi VI DPRA Aceh Kecam Pernyataan Menteri ESDM Soal Pemulihan Listrik

Selanjutnya, Adi berpendapat bahwa Jokowi bisa menjadi “king maker” jika memiliki partai sendiri, sesuatu yang tidak akan mungkin jika ia bergabung dengan partai lain.

“Dengan partai sendiri, Jokowi dapat bersaing dengan ketua-ketua partai lain yang sudah berpengalaman. Jika bergabung dengan partai lain, statusnya sebagai king maker tidak bisa dijamin,” tambahnya.

Keuntungan ketiga terkait dengan konsolidasi pendukung dan loyalis. “Jokowi dapat mengonsolidasikan pendukung dan relawan yang loyal serta militan,” imbuh Adi.

Namun, Adi juga mencatat ada satu kekurangan jika Jokowi mendirikan partai sendiri, yaitu jika partainya gagal lolos ke parlemen.

“Jika tidak lolos, nama besar Jokowi yang tidak pernah kalah dalam pemilu sejak di Solo akan dipertaruhkan,” katanya.

Baca Juga  Raffi Ahmad vs Taufik Hidayat, Siapa Menpora Pilihan Presiden Prabowo?

Sebelumnya, Sekratris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyatakan bahwa partainya masih menunggu keputusan Jokowi mengenai kemungkinan bergabung.

Dia menegaskan bahwa komunikasi dengan Presiden ke-7 RI tersebut berjalan baik.

“Saat ini komunikasi dengan Pak Jokowi tidak ada kendala. Namun, kami berusaha untuk tidak membahas mengenai kemungkinan kehadiran Pak Jokowi di Golkar,” ujar Sarmuji kepada wartawan di DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (20/12).

Dia menambahkan bahwa Jokowi sedang mempertimbangkan banyak aspek sebelum membuat keputusan politik. “Kami yakin Pak Jokowi memiliki banyak opsi, bisa bergabung dengan salah satu partai, termasuk Golkar, mendirikan partai sendiri, atau tetap sebagai sosok bebas,” katanya.

Sumber: Detik.com

Share :

Baca Juga

Politik

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Dinasti Baru Dimulai?

Politik

Anies Baswedan Soroti Munculnya Dinasti Keluarga Demokrasi Indonesia Terancam Ketidaksetaraan

Politik

Kembali ke Komisi III, Sahroni Dilantik Jadi Wakil Ketua

Politik

Dipanggil Polisi, Pandji Siap Buka-bukaan soal Kontroversi “Mens Rea”

Politik

Noel Buka-bukaan di Sidang, Ada Info A1 Menkeu Purbaya Terancam Nasib Serupa

Politik

Kalau Mualem Tak Mau, Damai Tak Terjadi, Pengakuan JK

Politik

PAS Nilai “Ribut” Pengunduran di PN Tak Separah Isu Perlis, Optimistis Koalisi Tetap Melaju

Berita

Ketua Komisi VI DPRA Aceh Kecam Pernyataan Menteri ESDM Soal Pemulihan Listrik