Bidik24.com – Jakarta. Menurut The Korea Times, sejak menjabat pada Mei 2022, Yoon terus dihantui skandal istrinya, mulai dari dugaan manipulasi saham, plagiarisme penelitian, hingga suap tas Dior. Namun, Yoon kerap membela istrinya, menyebut tuduhan itu sebagai “klaim berlebihan” dari oposisi politik.
Meskipun demikian, masyarakat Korea Selatan semakin tidak puas dengan kepemimpinan Yoon, yang dinilai terlalu protektif terhadap istrinya dan mengabaikan tuntutan penyelidikan. Sikap ini diperparah oleh beberapa skandal besar Kim Keon Hee, termasuk rekaman tersembunyi terkait penerimaan tas Dior pada 2022.
Oposisi yang dipimpin Partai Demokrat Korea (DPK) terus mendesak penyelidikan khusus, tetapi Yoon memveto upaya tersebut. Puncaknya, pada Desember 2023, Yoon secara tiba-tiba menetapkan darurat militer, yang kemudian dicabut hanya enam jam setelah penolakan dari parlemen.
Parlemen akhirnya meloloskan mosi pemakzulan terhadap Yoon, membuat tugas-tugas kepresidenan dialihkan sementara ke Perdana Menteri Han Duck Soo. Kini, posisi Kim Keon Hee semakin terancam, dengan disetujuinya RUU penasihat khusus untuk menyelidiki skandal yang menjeratnya.
Nasib Kim Keon Hee dan situasi politik Korea Selatan saat ini bergantung pada langkah Han, yang juga berada dalam posisi rentan di bawah tekanan parlemen.
sub cnnindonesia















