Home / Politik

Selasa, 4 Februari 2025 - 19:30 WIB

MK Tolak Gugatan Hasil Pilkada Lhokseumawe dari Pasangan Ismail-Azhar Mahmud

Bidik24.com – Jakarta. Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan sengketa hasil Pilkada Kota Lhokseumawe yang diajukan oleh pasangan nomor urut 3, Ismail-Azhar Mahmud. MK menyatakan bahwa pemohon tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan gugatan karena selisih suara melebihi ambang batas yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Dalam pokok permohonan, menyatakan permohonan Pemohon tidak dapat diterima,” ujar Ketua MK, Suhartoyo, dalam sidang pleno di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2025), seperti dilansir iNewsLhokseumawe.id.

Berdasarkan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, batas maksimal selisih suara untuk mengajukan gugatan adalah 1.833 suara atau 2 persen dari total suara sah yang ditetapkan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Lhokseumawe, yaitu 91.636 suara.

Baca Juga  Wali Nanggroe Tegaskan: Mualem-Dek Fadh Harus Perjuangkan Hak Aceh Secara Konstitusional!

Namun, pasangan Ismail-Azhar Mahmud memperoleh 32.009 suara, sedangkan pasangan pemenang meraih 34.962 suara. Selisih suara antara keduanya mencapai 2.953 suara atau 3,22 persen, melebihi ambang batas 2 persen (1.833 suara) yang diperbolehkan untuk mengajukan gugatan.

Baca Juga  Bayar Pakai QRIS? Siap-siap Kena PPN 12%! Ini Penjelasan Mengejutkan Ditjen Pajak!

Atas dasar itu, MK memutuskan untuk menolak gugatan yang diajukan pasangan Ismail-Azhar Mahmud.

Sub. jrb.one

Share :

Baca Juga

Politik

Jufri Hasanuddin Buka Seminar Kader Partai Aceh, 91 Peserta Ikuti Penggemblengan

Politik

Kader Hebat Tak Lahir dari Seremonial, Partai Aceh Gembleng 91 Peserta

Politik

MK Ungkap Persoalan Dokumen Pendidikan Gibran, PKS Puji Putusan

Politik

Presiden Prabowo Resmi Berhentikan M. Nasir dari Jabatan Sekda Aceh

Politik

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Dinasti Baru Dimulai?

Politik

Anies Baswedan Soroti Munculnya Dinasti Keluarga Demokrasi Indonesia Terancam Ketidaksetaraan

Politik

Kembali ke Komisi III, Sahroni Dilantik Jadi Wakil Ketua

Politik

Dipanggil Polisi, Pandji Siap Buka-bukaan soal Kontroversi “Mens Rea”