Home / Budaya / Cuaca / Ekonomi

Minggu, 12 Januari 2025 - 18:21 WIB

Masyarakat Lampuuk Tolak Pembangunan PLTB untuk Selamatkan Hutan Adat

Warga Lampuuk berkumpul dalam rapat kemukiman untuk menegaskan penolakan terhadap proyek PLTB yang dinilai merusak hutan adat dan ekosistem lokal

Warga Lampuuk berkumpul dalam rapat kemukiman untuk menegaskan penolakan terhadap proyek PLTB yang dinilai merusak hutan adat dan ekosistem lokal

Bidik24.com – Aceh Besar. Warga Lampuuk dengan tegas menolak rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di wilayah Hutan Ulayat yang diklaim pemerintah pusat sebagai Hutan Lindung. Proyek ini dianggap dapat merusak ekosistem hutan yang selama ini dijaga masyarakat adat dan dimanfaatkan untuk pertanian palawija.

Khairuddin, tokoh pemuda Lampuuk, menyatakan kekecewaannya terhadap perubahan status tanah ulayat menjadi Hutan Lindung oleh pemerintah pusat sejak tahun 2000. Sebelumnya, masyarakat telah lama mengelola lahan tersebut untuk kegiatan pertanian hingga terhenti akibat konflik Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan penerapan Daerah Operasi Militer (DOM).

Baca Juga  Kenaikan PPN 12% Siap Bikin Masyarakat Hemat, Gaya Hidup dan Pola Konsumsi Berubah Drastis!

“Kami sangat dirugikan dengan klaim ini. Orang tua kami tidak bisa kembali ke kebun karena konflik dan Tsunami 2004. Sekarang, seluruh hutan ulayat sudah berubah status menjadi Hutan Lindung,” jelas Khairuddin, Sabtu (11/1/2024).

Khairuddin juga meminta agar pemerintah pusat mengembalikan status tanah ulayat dan menyerahkan pengelolaan hutan kepada hukum adat. Ia menekankan pentingnya langkah ini untuk melindungi ekosistem, ketahanan pangan, dan ekonomi masyarakat lokal, sejalan dengan program Presiden Prabowo.

Baca Juga  No Arms, No Legs, No Worries

“Seluruh masyarakat Lampuuk menolak keras proyek PLTB karena akan merusak lingkungan dan mengancam kesejahteraan kami,” tegas Khairuddin. Pernyataan ini merupakan hasil rapat masyarakat kemukiman Lampuuk yang digelar pada Jumat (10/1), melibatkan unsur mukim, gampong, pemuda, perempuan, dan tokoh adat.

Menurut Khairuddin, warga Lampuuk tetap berkomitmen menjaga kelestarian hutan adat mereka dan menolak segala upaya yang dapat merusak lingkungan serta kehidupan masyarakat setempat.

Sub. infonanggroe

Share :

Baca Juga

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Budaya

Viral! Gampong Neuheun Tampilkan Replika Tank Rusia di Pawai Takbiran Idul Fitri 1447 H Banda Aceh

Budaya

1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Mudik Lebaran 2026

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK

Ekonomi

AS Kembali Gunakan Kayu Bakar Setelah Penutupan Selat Hormuz

Ekonomi

Ditegur Mahkamah Agung, Trump Pilih Gaspol Perang Tarif

Ekonomi

Antara Tradisi dan Janji, Kisah Uang Meugang di Pendopo

Ekonomi

Kabur ke Luar Negeri, Riza Chalid Resmi Berstatus Buronan Internasional