Home / Politik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Jufri Hasanuddin Buka Seminar Kader Partai Aceh, 91 Peserta Ikuti Penggemblengan

Keterangan foto: Ir. H. Jufri Hasanuddin, M.M., Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik Partai Aceh, saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Seminar Kader bertema “Mencetak Kader yang Transformatif dan Tangguh Ideologi” di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Selasa malam (27/10/2026).

Keterangan foto: Ir. H. Jufri Hasanuddin, M.M., Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik Partai Aceh, saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Seminar Kader bertema “Mencetak Kader yang Transformatif dan Tangguh Ideologi” di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Selasa malam (27/10/2026).

Bidik24.com – BANDA ACEH – Seminar Kader Partai Aceh bertema “Mencetak Kader yang Transformatif dan Tangguh Ideologi” resmi dibuka oleh Ir. H. Jufri Hasanuddin, M.M., selaku Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik Partai Aceh, pada Selasa (27/10/2026) pukul 20.00 WIB di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam, mulai 27 hingga 29 Oktober 2026, merupakan bagian dari upaya penguatan pendidikan politik, pembentukan karakter, serta peningkatan kapasitas kader dalam menghadapi tantangan organisasi dan perkembangan zaman.

Sebelum pembukaan resmi, perwakilan ketua panitia, Arrazi, B.Ed., M.Ed., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa seminar diikuti oleh 91 peserta yang berasal dari berbagai unsur, meliputi Partai Aceh, KPA, Ihong Balee, Putroe Aceh, Jaringan Anak Syuhada, MUNA, Muda Seudang, serta mahasiswa. Pelaksanaan kegiatan turut didukung oleh 11 orang panitia.

Arrazi juga menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang berlangsung selama tiga hari dua malam. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap sesi dan materi yang telah dijadwalkan dengan baik, penuh kesungguhan, serta berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga  Fadhlullah: Dari Anggota DPR RI ke Wakil Gubernur Terpilih Aceh 2024, Apa Rahasianya?

Selanjutnya, Ir. H. Jufri Hasanuddin, M.M., secara resmi membuka seminar. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi para kader untuk memperkuat pemahaman ideologi, meningkatkan wawasan, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan pengelolaan organisasi.

Setelah pembukaan pada Selasa malam, rangkaian seminar dilanjutkan dengan penyampaian materi pada 28 dan 29 Oktober 2026. Empat narasumber dihadirkan untuk memberikan perspektif mengenai kepemimpinan transformatif, penguatan ideologi, pembentukan karakter, serta strategi pengembangan kader di era digital.

Pada hari pertama, Rabu (28/10/2026), Dr. Rasyidin membahas “Kepemimpinan Transformatif: Membangun Kader Kritis, Visioner, dan Berdaya Saing.” Materi ini mengangkat pentingnya pola pikir kritis, visi kepemimpinan, serta kemampuan kader dalam merespons perubahan.

Selanjutnya, Jufri menyampaikan materi “Meneguhkan Ideologi, Memperkuat Identitas, dan Menjaga Arah Perjuangan Kader.” Pembahasan tersebut menekankan pentingnya pemahaman ideologi sebagai landasan dalam membangun identitas, menentukan sikap, dan menjaga arah perjuangan organisasi.

Pada hari kedua, Kamis (29/10/2026), Dr. Fajran membawakan materi “Membangun Kader yang Militan, Berintegritas, dan Tangguh.” Materi ini menyoroti pembentukan karakter, kedisiplinan, loyalitas, integritas, dan tanggung jawab kader dalam menjalankan amanah organisasi.

Baca Juga  PPN 12%: Inovasi Prabowo untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

Sementara itu, Dr. Muhammad Iqbal, M.Pd., AIFO., menyampaikan materi “Strategi Pengembangan Kader Transformatif: Tata Kelola Organisasi, Kepemimpinan Strategis, dan Gerakan Berbasis Data di Era Digital.”

Materi tersebut mengangkat pentingnya pengelolaan organisasi yang transparan dan akuntabel, pembagian tanggung jawab yang jelas, perencanaan program berdasarkan kebutuhan, pemanfaatan teknologi digital, serta evaluasi kinerja untuk mengukur capaian organisasi.

Dalam konteks pengembangan kader, kemampuan manajerial, komunikasi, kepemimpinan strategis, dan kecakapan menyusun program yang terukur menjadi kompetensi penting. Kader diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Keempat materi yang disampaikan para narasumber memberikan perspektif yang saling melengkapi dalam membangun kader yang memiliki keteguhan ideologi, karakter kuat, wawasan intelektual, kemampuan kepemimpinan, serta kecakapan mengelola organisasi.

Melalui kegiatan yang diselenggarakan Bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik Partai Aceh ini, pendidikan kader diharapkan menjadi proses berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan formal. Penguatan kapasitas dan kualitas sumber daya kader diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas organisasi maupun kehidupan bermasyarakat. (Red)

Share :

Baca Juga

Politik

Kader Hebat Tak Lahir dari Seremonial, Partai Aceh Gembleng 91 Peserta

Politik

MK Ungkap Persoalan Dokumen Pendidikan Gibran, PKS Puji Putusan

Politik

Presiden Prabowo Resmi Berhentikan M. Nasir dari Jabatan Sekda Aceh

Politik

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Dinasti Baru Dimulai?

Politik

Anies Baswedan Soroti Munculnya Dinasti Keluarga Demokrasi Indonesia Terancam Ketidaksetaraan

Politik

Kembali ke Komisi III, Sahroni Dilantik Jadi Wakil Ketua

Politik

Dipanggil Polisi, Pandji Siap Buka-bukaan soal Kontroversi “Mens Rea”

Politik

Noel Buka-bukaan di Sidang, Ada Info A1 Menkeu Purbaya Terancam Nasib Serupa