Home / Politik

Selasa, 3 Desember 2024 - 15:50 WIB

Bayang-Bayang Perang Dunia III: Eskalasi Global yang Mengancam Peradaban

"Ilustrasi Ketegangan Global: Bayangan Perang Dunia III" Gambar ini menggambarkan eskalasi konflik global dengan simbol-simbol peperangan modern. Peta dunia yang terbagi, rudal yang meluncur, dan bayangan tentara serta tank mencerminkan ketegangan di berbagai wilayah, termasuk Ukraina, Timur Tengah, dan Indo-Pasifik. Langit merah dan hitam melambangkan ancaman kehancuran dan instabilitas yang terus meningkat.

Bidik24.com – Para ahli militer memperingatkan bahwa potensi ancaman Perang Dunia III semakin nyata, dipicu oleh eskalasi konflik di Ukraina. Beberapa analis percaya bahwa perang global skala besar mungkin telah dimulai secara diam-diam, berbeda dengan konflik dunia sebelumnya.

Pakar keamanan nasional Mark Toth dan mantan perwira intelijen AS Kolonel Jonathan Sweet menjelaskan bahwa perang ini tidak menyerupai gambaran tradisional dengan kehancuran besar-besaran, tetapi lebih berupa “perang dengan seribu luka,” yang terjadi di berbagai wilayah dan domain.

Ukraina menjadi pusat peperangan kinetik, menghadapi serangan rudal Rusia yang terus menerus. Presiden Rusia Vladimir Putin memperkenalkan rudal balistik hipersonik dan doktrin nuklir yang direvisi, yang dianggap sebagai langkah eskalasi serius. Sementara itu, Timur Tengah menghadapi ketegangan yang meningkat antara Israel dan Hamas, dan di kawasan Indo-Pasifik, agresi Tiongkok terhadap Taiwan dan Filipina menambah risiko konflik.

Baca Juga  PDIP yang Usulkan PPN 12%? Gerindra Kritik Kenapa Sekarang Jadi Masalah!

Rusia juga meningkatkan pengeluaran militer ke tingkat tertinggi untuk memperkuat posisi dalam konflik dengan Ukraina, dengan lebih dari 32% anggaran negara dialokasikan untuk pertahanan nasional.

Kepala Marsekal Udara Sir Richard Knighton dari RAF Inggris menyatakan bahwa perubahan geopolitik ini mencerminkan kemunduran dominasi strategis Barat, dengan Rusia dan Tiongkok mempererat hubungan dengan negara seperti Korea Utara dan Iran. Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi dan kemampuan militer negara-negara besar lainnya telah mengurangi supremasi udara Barat.

Baca Juga  Kembali ke Komisi III, Sahroni Dilantik Jadi Wakil Ketua

Meski begitu, suara moderat seperti Analis Senior Eropa Adeline Van Houtte menekankan pentingnya pencegahan, menyebut bahwa eskalasi nuklir tetap tidak mungkin terjadi. Ia menyebut strategi Rusia, termasuk serangan siber dan disinformasi, lebih sebagai alat intimidasi daripada ancaman langsung terhadap perang besar-besaran.

Sum : serambinews.com

Share :

Baca Juga

Politik

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Dinasti Baru Dimulai?

Politik

Anies Baswedan Soroti Munculnya Dinasti Keluarga Demokrasi Indonesia Terancam Ketidaksetaraan

Politik

Kembali ke Komisi III, Sahroni Dilantik Jadi Wakil Ketua

Politik

Dipanggil Polisi, Pandji Siap Buka-bukaan soal Kontroversi “Mens Rea”

Politik

Noel Buka-bukaan di Sidang, Ada Info A1 Menkeu Purbaya Terancam Nasib Serupa

Politik

Kalau Mualem Tak Mau, Damai Tak Terjadi, Pengakuan JK

Politik

PAS Nilai “Ribut” Pengunduran di PN Tak Separah Isu Perlis, Optimistis Koalisi Tetap Melaju

Politik

IGORNAS Aceh Siap Gelar Musprov Akhir November 2025, Seluruh Ketua Kabupaten/Kota Akan Hadir